9 September 2026
Saldo Seller Ditahan: Tokopedia & TikTok Shop Sebut 217 Penjual dan Rp24 Miliar, UMKM Lapor Rp3 Triliun
Buat kamu yang jualan di marketplace, ini salah satu mimpi buruk yang paling nyata: akun kena suspend, saldo hasil jualan ngendap di platform, sementara stok sudah kebeli dan cicilan tetap jalan. Kemarin persoalan itu akhirnya dibahas terbuka di DPR.
Apa yang terjadi
Tokopedia dan TikTok Shop angkat bicara soal laporan pelaku UMKM tentang dugaan pemblokiran akun sepihak dan penahanan saldo penjual. Laporan itu masuk ke Komisi VII DPR RI, dan Selasa (8/9/2026) digelar rapat dengar pendapat umum di Jakarta Pusat.
Versi pengadu dan versi platform beda jauh:
- Versi perwakilan UMKM: estimasi saldo tertahan mencapai Rp3 triliun dari sekitar 500 pelaku usaha di seluruh Indonesia. Aduan ini datang lewat Peradi DPC Bekasi Raya dan Gekrafs DPC Kota Bekasi.
- Versi platform: Executive Director Tokopedia dan TikTok E-commerce Indonesia, Stephanie Susilo, menyebut pihaknya sudah menelusuri 217 seller dengan total dana Rp24 miliar — dan dari jumlah itu Rp16,7 miliar memang terkait kasus fraud. "Jadi sangat jauh dibandingkan angka yang beredar sebelumnya," katanya.
Stephanie menegaskan penangguhan dana sifatnya sementara dan hanya berlaku selama investigasi berjalan. Kalau hasil investigasi menyatakan seller tidak melakukan fraud, dananya akan dirilis.
Yang perlu kamu catat baik-baik: jangka waktu investigasi sesuai service level agreement adalah 90 hari plus 90 hari. Seller juga diberi kesempatan mengajukan banding.
DPR belum menutup kasusnya. Komisi VII berencana memanggil pengelola platform digital termasuk TikTok, Tokopedia, dan Shopee untuk klarifikasi lebih menyeluruh, serta berkoordinasi dengan Komdigi dan KPPU untuk mengevaluasi regulasi transaksi elektronik. "Kami tidak bisa hanya mendengar satu sisi," ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR Evita Nursanty.
Kenapa ini penting buat kamu
Angka Rp24 miliar kedengarannya kecil dibanding Rp3 triliun. Tapi buat pemilik akun yang kena, yang relevan bukan totalnya — melainkan berapa lama uangmu nggak bisa dipakai. SLA 90 hari plus 90 hari artinya, dalam skenario terburuk, saldo bisa nyangkut sampai sekitar enam bulan meski akhirnya kamu dinyatakan bersih.
UMKM yang modal kerjanya berputar dari hasil penjualan minggu lalu nggak punya bantalan selama itu. Dan perhatikan komposisinya: dari Rp24 miliar, sekitar 70 persen disebut terkait fraud — artinya sisanya, yang kurang lebih Rp7 miliar, adalah dana penjual yang ketahan di tengah proses.
Yang bisa kamu lakukan
- Jangan taruh semua telur di satu marketplace. Kalau 100% omzetmu lewat satu platform, satu suspend bisa mematikan arus kas total.
- Tarik saldo rutin, jangan diendapkan. Biasakan withdraw terjadwal ketimbang menumpuk saldo besar di dashboard.
- Sisihkan dana darurat operasional. Idealnya cukup untuk menutup 1–3 bulan biaya jalan tanpa pemasukan dari platform.
- Simpan bukti transaksi dan komunikasi. Kalau kena penangguhan, jalur bandingnya ada — dan bukti rapi mempercepat penelusuran.
- Baca lagi ketentuan penjual soal fraud. Sebagian kasus muncul dari praktik yang dianggap manipulasi order atau ulasan, kadang tanpa penjual sadar itu melanggar.
*Ditulis ulang dari [detikFinance](https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8654233/tiktok-tokopedia-buka-suara-soal-kabar-blokir-tahan-saldo-seller) — bukan salinan langsung.*