30 September 2026
Subsidi Energi 2027 Dipangkas Jadi Rp 261,5 Triliun, Anggaran LPG 3 Kg Ikut Turun
Anggaran subsidi energi untuk tahun depan resmi mengecil. Dalam Rapat Paripurna DPR, Selasa (29/9/2026), pemerintah dan DPR menyepakati total subsidi energi di APBN 2027 sebesar Rp 261,5 triliun, turun dari angka sebelumnya Rp 272,94 triliun. Angka ini disampaikan Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah.
Rinciannya
Subsidi energi dibagi jadi dua kelompok besar:
- BBM dan LPG: Rp 131,39 triliun. Isinya subsidi jenis BBM tertentu Rp 28,34 triliun dan subsidi LPG tabung 3 kg Rp 103,05 triliun.
- Listrik: Rp 130,10 triliun. Terdiri dari subsidi tahun berjalan Rp 117,84 triliun plus kurang bayar tahun 2025 sebesar Rp 12,26 triliun.
Subsidi tetap untuk solar disepakati Rp 1.000 per liter.
Yang paling kelihatan turun adalah pos LPG 3 kg. Di rancangan awal (RAPBN 2027), subsidi tabung LPG 3 kg dianggarkan Rp 114,14 triliun. Setelah dibahas, angkanya jadi Rp 103,05 triliun — selisih sekitar Rp 11 triliun. Pemangkasan juga terjadi di minyak tanah dan solar.
Kenapa dipangkas
Menurut Said, turunnya anggaran bukan berarti perhatian ke masyarakat miskin berkurang. Alasannya adalah pembenahan data penerima subsidi, supaya subsidi lebih tepat sasaran dan anggarannya lebih efisien. Ia menyebut selama ini justru kelompok desil bawah cenderung kurang menikmati subsidi energi, dan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) akan terus disempurnakan sebagai dasar penentuan penerima.
Perlu dicatat: artikel sumber tidak menyebut perubahan harga LPG 3 kg, solar, atau tarif listrik. Yang disepakati di sini adalah besaran anggaran, bukan harga jual.
Kenapa ini penting buat usaha kecil
Banyak usaha makanan — warung, penjual gorengan, katering rumahan — mengandalkan LPG 3 kg untuk masak sehari-hari. Kalau anggaran subsidinya lebih kecil dan penyalurannya makin diarahkan berdasarkan data penerima, ada kemungkinan aturan main soal siapa yang boleh membeli dan bagaimana cara membelinya ikut berubah sepanjang 2027. Detailnya belum diumumkan, jadi belum ada yang pasti.
Buat usaha yang pakai solar untuk kendaraan angkut atau mesin, pos subsidi solar juga ikut turun, dan ini layak dipantau.
Yang bisa kamu lakukan
- Pastikan datamu rapi. Kalau usahamu memang berhak atas gas subsidi, pastikan NIK dan data usahamu sesuai, karena penyaluran makin bergantung pada data.
- Hitung porsi gas dan BBM di HPP. Cek berapa rupiah biaya energi per porsi atau per produk. Dengan begitu, kalau nanti ada perubahan, kamu langsung tahu dampaknya ke margin.
- Pantau aturan turunannya. Tunggu pengumuman resmi soal mekanisme penyaluran LPG 3 kg tahun depan sebelum ambil keputusan soal harga jual.
*Ditulis ulang dari [detikFinance](https://finance.detik.com/energi/d-8684189/subsidi-bbm-listrik-dipangkas-jadi-rp-261-t-tahun-depan) — bukan salinan langsung.*