Logo MarginInMarginIn
← Semua berita

15 Agustus 2026

Stimulus Tahap II Rp 26,34 Triliun: Ada Jatah Kedelai buat Perajin Tahu Tempe

stimulusbahan bakukedelaitahu tempedaya beliRAPBN 2027

Kemarin (14/8/2026) pemerintah membacakan Nota Keuangan dan RAPBN 2027. Di sela-selanya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto merinci stimulus ekonomi tahap II senilai Rp 26,34 triliun — dan ada beberapa pos di dalamnya yang benar-benar nyangkut ke usaha kecil, bukan cuma angka besar buat berita.

Isi paketnya

Airlangga menyebut stimulus tahap II mencakup insentif pajak, transportasi, pembebasan bea masuk LPG, magang, vokasi, dan bantuan pangan. Rinciannya:

  • Rp 2,04 triliun untuk stimulus dan insentif: PPh Final Royalti khusus penulis 1,5 persen; diskon transportasi libur sekolah dan Nataru untuk kereta api, Pelni, dan ASDP; PPN Ditanggung Pemerintah 100 persen untuk tiket pesawat ekonomi domestik bagi 6 juta penumpang; bea masuk 0 persen untuk LPG industri petrokimia dan bahan baku plastik; serta bea masuk 0 persen untuk impor suku cadang pesawat.
  • Rp 6,26 triliun untuk magang dan vokasi: program magang Rp 4,14 triliun untuk 150 ribu peserta mulai Juli 2026, dan pelatihan vokasi Rp 2,12 triliun. Sasaran prioritasnya 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja terdampak PHK.
  • Rp 18,04 triliun untuk bantuan pangan: bantuan beras 10 kg senilai Rp 17,54 triliun untuk 33,24 juta penerima selama tiga bulan mulai Juli 2026, plus SPHP kedelai Rp 500 miliar untuk perajin tahu dan tempe dengan kuota 250 ribu ton.

"Pemerintah terus mendorong untuk menjaga daya beli dengan stimulasi yang dikeluarkan," kata Airlangga di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta.

Yang benar-benar kena ke usaha kecil

Pos paling langsung adalah SPHP kedelai. Kalau usaha kamu tahu, tempe, atau turunannya (keripik tempe, tahu bakso, catering yang produksi sendiri), kedelai itu bahan baku nomor satu, dan pergerakan harganya yang paling cepat bikin HPP goyang. Kuota 250 ribu ton lewat skema stabilisasi pasokan dan harga artinya ada sebagian pasokan yang harganya dijaga pemerintah.

Pos kedua yang tidak langsung tapi nyata: bantuan beras untuk 33,24 juta penerima. Uang belanja yang tadinya habis buat beras bisa bergeser ke belanja lain — dan yang kebagian biasanya warung serta pedagang di lingkungan penerima. Efeknya kecil per keluarga, tapi selama tiga bulan dan sebanyak itu penerimanya, cukup terasa di penjualan harian.

Yang jangan dianggap terlalu jauh: bea masuk 0 persen untuk bahan baku plastik itu diarahkan ke industri petrokimia, bukan potongan harga kemasan di toko grosir. Kalaupun menetes ke harga plastik kemasan, jalannya panjang. Begitu juga diskon transportasi — itu tiket penumpang, bukan ongkos kirim barang.

Yang bisa kamu lakukan

Kalau kamu perajin tahu tempe, tanya ke koperasi atau paguyuban perajin tempe tahu di daerah kamu soal jalur SPHP kedelai ini — siapa yang menyalurkan dan siapa yang berhak, karena kuota model begini jarang bisa diambil dengan beli eceran di pasar. Jangan telanjur mengunci harga jual untuk tiga bulan ke depan sebelum tahu kamu kebagian kuota atau tidak.

Dan seperti biasa: ini baru pengumuman anggaran. Petunjuk teknis penyalurannya belum keluar, jadi hitung HPP kamu tetap pakai harga kedelai yang benar-benar kamu bayar hari ini, bukan harga yang kamu harap turun bulan depan.

*Ditulis ulang dari [ANTARA News](https://www.antaranews.com/berita/5695084/pemerintah-kucurkan-stimulus-ekonomi-tahap-ii-sebesar-rp2634-triliun) — bukan salinan langsung.*

Ditulis ulang dari berita sumber, bukan salinan langsung. Baca sumber asli: ANTARA News