Logo MarginInMarginIn
← Semua berita

9 Agustus 2026

Sensus Ekonomi 2026 Tinggal Sebulan Lagi — dan Warung Kamu Termasuk yang Didata

sensus-ekonomibpsumkmdata-usahakebijakan

Kalau beberapa bulan terakhir ada petugas datang ke lapak atau rumah produksi kamu sambil bawa tablet dan nanya omzet, itu bukan survei marketing. Itu Sensus Ekonomi 2026 — dan pendataannya tinggal menyisakan sisa Agustus ini.

Apa yang terjadi

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan Sensus Ekonomi 2026 adalah bagian dari upaya memperbarui data struktur perekonomian nasional, termasuk kondisi UMKM, yang jadi dasar kajian dan penyusunan kebijakan.

  • Sensus ini digelar sepuluh tahun sekali. Yang terakhir tahun 2016.
  • Pendataan berjalan sejak Mei sampai Agustus 2026. Per 7 Agustus, capaiannya sudah sekitar 86 persen dari estimasi populasi usaha.
  • Data individu dilindungi Undang-Undang Statistik. Yang dipublikasikan ke masyarakat berupa data agregat, bukan informasi per pelaku usaha.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, bilang data sensus 2016 sudah tidak cukup menggambarkan kondisi sekarang. Dalam satu dekade terakhir cara orang memproduksi, memasarkan, dan bertransaksi berubah drastis — termasuk lahirnya banyak UMKM yang jalan dari rumah lewat marketplace dan platform digital. Model usaha kayak gini praktis belum ada di peta sensus sepuluh tahun lalu.

Kenapa ini penting buat kamu

Satu kalimat Edy yang paling kena: *"Kalau kita tidak disensus atau kita tidak didata, barangkali kita dianggap tidak ada."*

Hasil sensus ini yang dipakai buat memotret struktur dan karakteristik ekonomi, termasuk memetakan kondisi UMKM — dan angka itu jadi rujukan penyusunan kebijakan untuk sepuluh tahun ke depan. Artinya program bantuan, skema kredit, sampai desain aturan yang menyasar usaha kecil dalam satu dekade mendatang berangkat dari data yang lagi dikumpulkan sekarang. Usaha yang tidak terdata tidak ikut membentuk gambaran itu.

Ada juga sinyal bahwa datanya bakal makin nyambung ke urusan perizinan. BPOM sudah menyatakan siap mengintegrasikan pengisian kuesioner Sensus Ekonomi 2026 ke sistem layanannya, baik untuk pendaftaran baru maupun perpanjangan izin, dengan verifikasi lewat identitas unik seperti NIE, NIB, atau NIK ([ANTARA](https://www.antaranews.com/berita/5669831/bpom-siap-wajibkan-pengisian-sensus-ekonomi-2026-untuk-perizinan)). Ini masih tahap koordinasi teknis, belum aturan yang berlaku — tapi arahnya jelas: data usaha kamu makin jadi satu berkas yang saling terhubung.

Yang bisa kamu siapkan

  • Jangan didiamkan kalau petugas datang. Sisa waktunya tinggal bulan ini.
  • Siapkan angka kasarnya dulu: omzet per bulan, jumlah orang yang bekerja, jenis usaha. Lebih enak jawab kalau catatannya sudah rapi ketimbang ngarang di tempat.
  • Soal takut "ketahuan" omzetnya — yang dipublikasikan BPS itu data agregat, dan data individu dilindungi Undang-Undang Statistik. Itu yang dinyatakan BPS di beritanya.

*Ditulis ulang dari [ANTARA News](https://www.antaranews.com/berita/5685993/bps-sensus-ekonomi-2026-perbarui-data-struktur-perekonomian-nasional) — bukan salinan langsung.*

Ditulis ulang dari berita sumber, bukan salinan langsung. Baca sumber asli: ANTARA News