Logo MarginInMarginIn
← Semua berita

13 September 2026

Data Sensus Ekonomi 2026 Bakal Dipakai buat DTSEN — Jawaban Kamu Kemarin Ikut Nentuin Desil

sensus ekonomiDTSENbansosBPSdata usaha

Ingat petugas Sensus Ekonomi 2026 yang kemarin datang nanya-nanya omzet, jumlah pekerja, dan jenis usaha kamu? Ternyata datanya nggak berhenti jadi statistik di laporan BPS.

Direktur Metodologi dan Sains Data BPS, Setia Pramana, bilang hasil Sensus Ekonomi 2026 akan jadi salah satu sumber data untuk DTSEN — Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Dia menyampaikan ini seusai diskusi metodologi di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Kenapa ini penting buat pelaku usaha kecil

DTSEN itu basis data tunggal yang dipakai pemerintah buat menentukan desil — pengelompokan kondisi sosial ekonomi rumah tangga. Desil inilah yang jadi acuan siapa yang masuk daftar penerima bantuan dan siapa yang nggak.

Selama ini gambaran ekonomi rumah tangga sebagian besar ditarik dari kanal BPS dan Kemensos. Dengan menambahkan Sensus Ekonomi, pemerintah berharap dapat potret yang lebih lengkap: bukan cuma kondisi sosial ekonomi rumah tangganya, tapi juga aktivitas ekonomi yang benar-benar dijalankan. Untuk jutaan rumah tangga yang penghasilannya datang dari warung, jasa, atau produksi rumahan, dua hal itu memang nggak bisa dipisah.

Setia juga menegaskan DTSEN sifatnya dinamis. Kondisi orang berubah — yang tadinya nggak mampu bisa membaik, dan sebaliknya. Makanya pemutakhiran jalan terus, dibarengi penguatan metode pemodelannya supaya pengelompokannya makin pas.

Efeknya sudah kelihatan

Tenaga Ahli Kementerian Sosial, Andi Kurniawan, menyebut pemakaian DTSEN sudah memperluas cakupan penerima bantuan: ada sekitar 4,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) baru yang sebelumnya sama sekali belum tersentuh bansos. Pemerintah, katanya, tetap terbuka untuk memperbaiki modelnya kalau ada masukan dari lapangan.

Dua hal lain yang disebut di diskusi itu:

  • Digitalisasi bansos direncanakan dan diimplementasikan awal 2027.
  • Siapa pun boleh jadi agen perlindungan sosial — membantu warga yang kesulitan daftar sendiri, misalnya lansia atau yang nggak punya akses perangkat digital.

Yang bisa kamu lakukan

Nggak ada tombol ajaib di sini, tapi ada satu hal konkret: kualitas data kamu menentukan hasilnya. Kalau petugas sensus masih akan datang ke wilayahmu, jawab apa adanya — jangan mengecilkan omzet karena takut pajak, jangan juga membesarkannya biar kelihatan bonafid. Angka yang dikarang bikin klasifikasi desil meleset, dan yang rugi bisa jadi kamu sendiri atau tetangga sesama pelaku usaha.

Sisi bagusnya: kalau pembukuanmu rapi, jawaban kayak omzet bulanan dan jumlah pekerja tinggal baca, nggak perlu ngarang dari ingatan.

*Ditulis ulang dari [ANTARA News](https://www.antaranews.com/berita/5736951/bps-bakal-manfaatkan-sensus-ekonomi-untuk-dtsen) — bukan salinan langsung.*

Ditulis ulang dari berita sumber, bukan salinan langsung. Baca sumber asli: ANTARA News