Logo MarginInMarginIn
← Semua berita

5 Agustus 2026

Utang Pinjol Tembus Rp 105 Triliun, Kredit Macet 4,26% — Sebelum Kamu Ikut Pinjam buat Modal

pinjolpindarojkmodal-usahaumkm

Otoritas Jasa Keuangan merilis data industri pinjaman daring (pindar, dulu akrab disebut pinjol) per Juni 2026: outstanding pembiayaannya Rp 105,14 triliun, tumbuh 25,88% dibanding setahun sebelumnya. Angkanya disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK Agusman dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan, Selasa (4/8/2026).

Yang perlu dibaca berdampingan dengan angka itu: tingkat kredit macet agregat (TWP90 — gagal bayar lewat 90 hari) ada di 4,26%.

Satu catatan jujur dulu: OJK tidak merinci berapa dari Rp 105 triliun itu yang dipakai buat modal usaha dan berapa yang konsumtif. Jadi ini bukan angka "utang UMKM". Tapi kalau kamu pernah kepikiran ambil pinjaman online buat nambah stok atau nutup cashflow, dua angka ini tetap layak kamu tahu.

Kenapa TWP90 4,26% itu penting buat kamu

Artinya kira-kira 1 dari 23 pinjaman berakhir macet lebih dari 90 hari. Itu rata-rata industri, bukan ramalan buat kamu pribadi — tapi itu sinyal bahwa banyak peminjam mengambil cicilan yang ternyata lebih berat dari kemampuan bayarnya.

Pola yang paling sering bikin UMKM tersandung: pinjam buat beli stok, tapi belum pernah menghitung berapa margin bersih per unit. Kalau margin kamu tipis, cicilan bulanan bisa memakan seluruh untung — omzet naik, tapi uang di tangan justru berkurang.

Sinyal legalitas yang OJK sebut

Di rilis yang sama, OJK menyebut dua hal yang berguna sebagai penyaring:

  • Ada 94 penyelenggara pindar yang terdaftar dan diawasi OJK. Di luar daftar itu, ilegal — jangan disentuh.
  • 7 dari 94 penyelenggara itu belum memenuhi kewajiban ekuitas minimum Rp 12,5 miliar, dan semuanya sudah menyerahkan rencana aksi ke OJK.
  • Sepanjang Juli 2026, OJK menjatuhkan sanksi administratif ke 39 penyelenggara pindar atas pelanggaran ketentuan.

Jadi "legal" dan "tertib" itu bukan hal yang sama. Terdaftar di OJK adalah syarat minimum, bukan jaminan.

Yang sebaiknya kamu lakukan

Cek dulu ke daftar resmi OJK. Sebelum isi data apa pun, pastikan nama penyelenggaranya ada di daftar berizin OJK. Ini langkah lima menit yang menutup risiko terbesar.

Hitung cicilan terhadap margin, bukan terhadap omzet. Cara cepatnya: hitung untung bersih per bulan dari produk yang mau kamu danai, lalu bandingkan dengan cicilannya. Kalau cicilan makan lebih dari separuh untung bersih, pinjamannya terlalu besar — bukan bunganya yang salah, tapi ukurannya.

Pinjam buat barang yang berputar, bukan buat nutup lubang. Modal buat stok yang jelas lakunya masih masuk akal. Pinjam buat bayar cicilan lain adalah awal dari masalah yang jadi statistik 4,26% itu.

Bandingkan dulu dengan KUR. Bunga kredit program biasanya jauh di bawah pindar. Pindar unggul di kecepatan, bukan di harga — dan kecepatan itu ada ongkosnya.

*Ditulis ulang dari [detikFinance](https://finance.detik.com/moneter/d-8604291/utang-pinjol-warga-ri-tembus-rp-105-triliun) — bukan salinan langsung.*

Ditulis ulang dari berita sumber, bukan salinan langsung. Baca sumber asli: detikFinance