Logo MarginInMarginIn
← Semua berita

19 Oktober 2026

Mau Coba Ekspor? LPEI Punya Coaching Eksportir Baru dan Asuransi kalau Pembeli Luar Negeri Gagal Bayar

eksporLPEIpembiayaanUMKM

Banyak UMKM sudah lama jualan di dalam negeri, tapi begitu ada peluang ke luar negeri, langsung mundur: bingung prosedur, nggak tahu cara pasang harga ekspor, dan takut barang sudah dikirim tapi uangnya nggak pernah datang. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank memaparkan sejumlah fasilitas yang menyasar persis masalah-masalah itu dalam sesi di Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 pada 15 Oktober lalu.

Apa saja yang ditawarkan

LPEI bergerak di tiga pilar: pembiayaan, penjaminan, dan asuransi. Buat UMKM, ada beberapa hal yang paling relevan:

  • Coaching Program for New Exporters. Pembekalan bertahap buat pelaku usaha yang baru mau mulai ekspor, dari prosedur dasar ekspor, cara menyusun harga ekspor beserta komponen biayanya, sampai strategi menggaet pembeli luar negeri.
  • Pembiayaan berorientasi ekspor. LPEI menegaskan dananya diarahkan ke transaksi yang memang untuk ekspor. Tapi menurut mereka, usaha yang masih di tahap awal tetap bisa didukung selama transaksinya punya orientasi ekspor.
  • Penugasan Khusus Ekspor (PKE). Alokasinya sampai Rp13,85 triliun dan dibagi ke sembilan program, salah satunya PKE Usaha Kecil Menengah (UKM).
  • Trade Credit Insurance. Melindungi eksportir kalau pembeli di luar negeri gagal bayar setelah transaksi deal dan barang terkirim. Kalau saat jatuh tempo pembayaran nggak masuk, eksportir melapor, LPEI menginvestigasi, dan kalau terbukti gagal bayar dengan alasan yang masuk ketentuan, LPEI yang membayar. Cakupannya bisa meliputi risiko komersial seperti pembeli bangkrut, serta risiko politik tertentu.
  • Marine Cargo Insurance. Melindungi barang dari kerusakan atau kehilangan selama pengiriman, sesuai cakupan polisnya.

Salah satu contoh yang disebut adalah eksportir rempah (cengkeh, lada, temulawak) yang mulai tahun ini memakai asuransi kargo LPEI untuk pengiriman ke India, Pakistan, dan beberapa negara lain.

Kenapa ini penting buat UMKM

Risiko terbesar ekspor pertama biasanya bukan soal produknya laku atau nggak, tapi soal arus kas. Satu kontainer yang nggak dibayar bisa menghabiskan modal kerja berbulan-bulan. Asuransi kredit perdagangan memindahkan sebagian risiko itu, jadi kamu lebih berani menerima pembeli baru tanpa harus selalu menuntut bayar penuh di muka.

Coaching soal penyusunan harga ekspor juga penting. Harga ekspor bukan cuma HPP plus margin. Di dalamnya ada biaya kemasan ekspor, dokumen, pengiriman, sampai premi asuransi. Kalau komponen ini lupa dihitung, margin yang di atas kertas kelihatan tebal bisa habis di jalan.

Yang bisa kamu lakukan

  • Kalau kamu serius mau ekspor, cari info Coaching Program for New Exporters langsung di kanal resmi LPEI / Indonesia Eximbank. Artikel sumber tidak merinci syarat dan jadwal pendaftarannya, jadi tanyakan langsung ke LPEI.
  • Sebelum menawarkan harga ke pembeli luar negeri, hitung ulang HPP kamu, lalu tambahkan biaya-biaya khusus ekspor sebagai komponen terpisah. Jangan dilebur ke margin.
  • Kalau sudah ada pembeli yang minta tempo pembayaran, tanyakan ke LPEI apakah transaksimu bisa dilindungi Trade Credit Insurance, berikut berapa preminya, lalu masukkan premi itu ke hitungan harga.

*Ditulis ulang dari [detikFinance](https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8712337/lpei-perkuat-kesiapan-umkm-tembus-pasar-global-lewat-pembiayaan-asuransi) — bukan salinan langsung.*

Ditulis ulang dari berita sumber, bukan salinan langsung. Baca sumber asli: detikFinance →