8 September 2026
KUR 2026 Tembus Rp201 Triliun ke 3,1 Juta Debitur — 51% Mengalir ke Usaha Milik Perempuan
Kalau kamu lagi mikir-mikir mau ajukan KUR tahun ini, ada angka baru yang layak kamu tahu dulu sebelum jalan ke bank — bukan cuma berapa yang sudah cair, tapi ke siapa duitnya mengalir.
Apa yang terjadi
Menteri UMKM Maman Abdurrahman membeberkan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun ini: Rp201 triliun untuk 3,1 juta debitur per 24 Agustus 2026. Dari jumlah itu, 51 persen disalurkan ke wirausaha perempuan.
Angka itu disampaikan lewat siaran pers kementerian pada Senin (7/9/2026), merujuk paparan Maman di Pertemuan Tingkat Menteri UMKM APEC ke-32 (32nd APEC SME Ministerial Meeting) di Guangzhou, China.
Dua angka lain yang menurut kami lebih penting buat pelaku usaha:
- 60,5 persen penyaluran KUR masuk ke sektor produktif — pertanian, perikanan, dan manufaktur. Maman menyebut ini pertama kalinya dalam 10 tahun porsi sektor produktif menembus angka segitu.
- Bunga pembiayaan PNM Mekaar ditargetkan turun dari sekitar 20–25 persen menjadi 8 persen mulai tahun ini, lewat transformasi skema Mekaar. Ini jalur terpisah dari KUR, sasarannya pembiayaan perempuan di level ultra mikro.
Sebagai pembanding, sepanjang 2025 KUR tersalur Rp286 triliun ke 4,5 juta UMKM. Artinya rata-rata pinjaman per debitur tahun ini sekitar Rp65 juta, tidak jauh berbeda dari tahun lalu yang sekitar Rp64 juta. Jadi yang berubah bukan ukuran pinjamannya — tapi ke sektor mana pinjaman itu diarahkan.
Kenapa ini penting buat kamu
Porsi 60,5 persen ke sektor produktif itu sinyal, bukan sekadar statistik. Pemerintah secara terbuka mengarahkan pembiayaan ke kegiatan yang "menciptakan nilai ekonomi lebih besar dan membuka lapangan kerja". Konsekuensinya sederhana: kalau usaha kamu murni dagang atau kulakan-jual-lagi, kamu bersaing memperebutkan potongan yang porsinya justru menyusut. Kalau ada sisi produksi di usaha kamu — olahan makanan, kerajinan, budidaya, konveksi — itu yang perlu kamu tonjolkan di proposal, bukan sisi dagangnya.
Selain pembiayaan, Maman menyebut ekosistem kewirausahaan diperkuat lewat program PRO-KESRA Produktif yang menyasar 10 juta orang berusaha dan bekerja, serta Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional yang mematok target rasio kewirausahaan 8 persen pada 2045.
Yang bisa kamu lakukan
- Framing pengajuanmu ke sisi produktif. Kalau kamu bikin sendiri produknya, tulis begitu — jangan digeneralisir jadi "usaha dagang".
- Kalau kamu perempuan pelaku usaha mikro, cek dua jalur sekaligus: KUR lewat bank penyalur, dan skema Mekaar yang bunganya sedang diturunkan ke 8 persen. Beda pintu, beda syarat.
- Hitung dulu cicilannya muat di margin. Rata-rata pinjaman Rp65 juta itu bukan target yang harus kamu kejar. Ambil sebesar yang arus kasmu sanggup, bukan sebesar yang disetujui.
- Siapkan catatan penjualan minimal 6 bulan. Ini yang paling sering bikin pengajuan mentok, bukan agunan.
*Ditulis ulang dari [ANTARA News](https://www.antaranews.com/berita/5730511/menteri-umkm-51-persen-penyaluran-kur-2026-untuk-wirausaha-perempuan) — bukan salinan langsung.*