Logo MarginInMarginIn
← Semua berita

20 Agustus 2026

Kartu Kredit Indonesia Jadi Sumber Dana QRIS — Pembeli Bisa Bayar di Warungmu Pakai Kredit

QRISpembayaran digitalBank IndonesiaKKI

Bank Indonesia meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen ritel pada Senin (17/8/2026), bertepatan dengan HUT ke-81 RI, bareng Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Dan bagian yang paling kena ke penjual: tahap pertama KKI dipakai sebagai sumber dana transaksi QRIS.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menjelaskannya di konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur, Rabu (19/8/2026). Jadi nanti waktu pembeli scan QRIS, dia bisa milih sumber dananya: tabungan, uang elektronik, atau kartu kredit. Sebelumnya pilihan itu praktis cuma saldo — sekarang nambah satu jalur lagi.

Tiga tahap, dan kita baru di tahap satu

BI membagi implementasi KKI ritel jadi tiga tahap:

  • Tahap 1 — kartu digital yang bisa jadi sumber dana QRIS (ini yang jalan sekarang)
  • Tahap 2 — kartu kredit digital untuk transaksi online, termasuk bayar di e-commerce
  • Tahap 3 — penerbitan kartu fisik KKI

Sudah ada delapan bank first mover yang jadi penerbit: BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Bank Permata, Bank Mega, dan BSI (yang akan mengembangkan KKI Syariah). Filianingsih bilang penyelenggara jasa pembayaran lain — bank maupun non-bank — sudah mulai mendaftar sebagai penerbit. "Saat ini *second mover* sudah mulai mendaftar dan mudah-mudahan ini akan segera banyak menambah PJP yang menjadi *issuer*," katanya.

KKI juga dirancang interoperable: satu mesin EDC nantinya bisa menerima semua kartu kredit KKI, mirip logika QRIS di mana satu kode QR bisa dibaca banyak aplikasi.

Kenapa ini penting buat kamu yang jualan

Buat pemilik warung, katering, atau toko online kecil, efeknya sederhana tapi nyata: daya beli pembeli nggak lagi dibatasi saldo di dompet digitalnya. Pembeli yang saldonya tinggal Rp30 ribu tapi mau ambil paket Rp200 ribu sekarang punya jalan keluar. Untuk barang dengan tiket agak besar — hampers, kue custom, paket seragam, alat — ini bisa ngangkat rata-rata nilai transaksi.

Dari sisi kamu, alurnya tetap sama: pembeli scan QR yang itu-itu juga, kamu nggak perlu beli alat baru atau daftar apa pun. Yang berubah cuma sumber dananya di sisi pembeli.

Satu hal yang belum jelas dan sebaiknya jangan diasumsikan: BI belum mengumumkan apakah tarif MDR untuk QRIS yang dananya dari kartu kredit sama dengan MDR QRIS biasa. Kartu kredit di dunia pembayaran umumnya berbiaya lebih mahal dari sumber dana saldo. Jadi kalau nanti pembayaran jenis ini mulai masuk, cek mutasi settlement-mu — cocokkan nominal yang masuk ke rekening dengan nominal transaksi. Kalau ada potongan yang beda dari biasanya, itu yang perlu kamu masukkan ke perhitungan HPP dan margin, bukan diabaikan.

Belum ada tanggal kapan fitur ini muncul di semua aplikasi pembayaran. Sementara ini cukup tahu bahwa jalurnya sudah dibuka.

*Ditulis ulang dari [ANTARA News](https://www.antaranews.com/berita/5702255/bi-sebut-sejumlah-pjp-lain-mulai-daftar-jadi-penerbit-kki-segmen-ritel) — bukan salinan langsung.*

Ditulis ulang dari berita sumber, bukan salinan langsung. Baca sumber asli: ANTARA News