7 November 2026
Kemendag soal Tapioka Mahal: Bukan Gara-gara Pembatasan Impor, Penyebabnya Masih Dibahas
Setelah keluhan soal harga tepung tapioka yang naik tajam ramai di mana-mana, pemerintah akhirnya angkat bicara. Tapi buat penjual cilok, cireng, pempek, atau gorengan, jawabannya belum bisa bikin lega: penyebab kenaikannya sendiri masih dibahas.
Apa kata Kemendag
Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, ditemui di kantor Kemenko Perekonomian pada Jumat (6/11/2026), menegaskan bahwa naiknya harga tapioka nggak ada hubungannya dengan kebijakan larangan terbatas (lartas) impor tapioka yang berlaku sejak 2025.
Menurut Tommy, persoalan ini sedang dibahas dalam rapat koordinasi terbatas antar-kementerian di Kemenko Bidang Pangan. Rapat itu juga menyusun neraca komoditas tapioka dan singkong untuk 2027 — dokumen yang ikut menentukan soal impor bahan baku. Ia menyebut prosesnya masih berjalan karena isunya baru muncul.
Sedikit latar belakang
Pembatasan impor tapioka diumumkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada September 2025, sebagai respons atas anjloknya harga singkong petani karena panen lokal kurang terserap. Kemendag lalu menerbitkan Permendag 31/2025: impor ubi kayu dan turunannya, termasuk tapioka, hanya bisa lewat Persetujuan Impor untuk pemegang API-P (importir produsen), dengan rekomendasi teknis dari Kemenperin atau lewat neraca komoditas.
Sementara itu, Mentan Amran — saat ditanya soal tapioka mahal di tengah rencana ekspor singkong — menilai rencana ekspor justru menandakan produksi singkong dalam negeri berlebih, dan harga di negara tujuan kemungkinan lebih menarik bagi penjualnya.
Artinya buat usahamu
Intinya: belum ada kebijakan baru yang bakal menurunkan harga dalam waktu dekat. Pemerintah baru di tahap mencari penyebab, dan pembahasannya dikaitkan dengan neraca komoditas 2027. Penjelasan resmi soal kenapa harga naik pun belum ada — yang ada baru bantahan bahwa penyebabnya bukan pembatasan impor.
Jadi, jangan menyusun rencana usaha dengan asumsi harga tapioka bakal cepat balik normal. Lebih aman anggap harga sekarang sebagai patokan dulu.
Yang bisa dilakukan
- Pakai harga beli tapioka terakhir di perhitungan HPP, bukan harga lama. Kalau tapioka bahan utama, selisihnya bisa besar.
- Pantau kelanjutan rapat di Kemenko Pangan. Kalau nanti ada keputusan soal impor atau pasokan, itu yang paling mungkin menggeser harga.
- Tentukan sikap soal harga jual dengan sadar — naik sedikit, sesuaikan porsi, atau tahan margin — setelah tahu angka HPP yang sebenarnya.
Kamu bisa masukkan harga tapioka terbaru ke kalkulator HPP MarginIn untuk lihat modal per porsi sekarang dan harga jual yang masih menyisakan untung.
*Ditulis ulang dari [detikFinance](https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8741989/kemendag-buka-suara-soal-harga-tepung-tapioka-mahal) — bukan salinan langsung.*