Logo MarginInMarginIn
← Semua berita

2 September 2026

Harga Grosir Naik 6,18% Setahun — Hampir Dua Kali Inflasi Konsumen

inflasibpshppharga-bahan-baku

Setiap awal bulan yang ramai diberitakan biasanya cuma satu angka: inflasi konsumen. Agustus 2026 angkanya 3,19% secara tahunan — kedengarannya kalem. Tapi ada angka kedua di rilis BPS yang jarang dibahas dan justru lebih dekat ke dompet pemilik usaha kecil: Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB), yaitu harga di level grosir atau kulakan.

Angkanya

  • IHPB Agustus 2026: inflasi 0,5% bulanan, berbalik dari Juli yang justru deflasi 0,37%
  • Secara tahunan: 6,18% — dan sejak awal tahun sudah naik 5,08%
  • Penyumbang terbesar bulan ini: hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan, yang naik 1,09% dalam sebulan dan 5,89% dalam setahun
  • Kelompok bangunan/konstruksi naik 0,41% bulanan dan 9,52% tahunan

Di kelompok bahan bangunan, kenaikan setahunnya cukup tajam: aspal naik 27,13%, baja tulangan (besi beton) 12,60%, batu pecahan 11,50%, pasir 8,74%, dan semen 7,42%. Dalam sebulan terakhir saja, sirtu naik 3,92% dan sekrup 6,66%.

Kenapa ini penting buat UMKM

Inflasi konsumen 3,19% menggambarkan harga barang saat sudah sampai ke pembeli akhir. IHPB menggambarkan harga saat kamu membelinya — di pasar induk, di agen, di toko grosir. Selisihnya hampir dua kali lipat.

Buat pemilik warung, katering, atau usaha makanan, ini penjelasan teknis dari sesuatu yang mungkin sudah kamu rasakan: harga kulakan naik terus, tapi menaikkan harga jual sebesar itu rasanya tidak mungkin karena pembeli langsung protes. Margin yang ketekan bukan karena kamu salah hitung — memang biaya inputnya naik lebih cepat daripada toleransi harga pasar.

Yang kelompok bangunan juga bukan cuma urusan kontraktor. Kalau tahun ini kamu berencana renovasi kios, bikin etalase baru, nambah rak, atau bangun dapur produksi, anggaran yang kamu susun tahun lalu kemungkinan besar sudah meleset sekitar 10%.

Yang bisa dilakukan

  • Jangan pakai harga bahan baku lama. Kalau HPP kamu terakhir dihitung awal tahun, bahan-bahannya bisa jadi sudah naik 5% lebih. Buka lagi nota belanja tiga bulan terakhir dan masukkan harga terbarunya.
  • Naikkan harga bertahap, bukan sekaligus. Menaikkan 3–5% sekali setahun jauh lebih mudah diterima pembeli daripada 15% setelah ditahan dua tahun.
  • Kalau harga jual tidak bisa naik, cari di sisi lain. Kurangi susut bahan, negosiasi ulang ke pemasok, atau beli borongan untuk item yang tahan lama dan harganya jelas sedang naik.
  • Tunda belanja bangunan yang tidak mendesak — atau sebaliknya, kalau memang harus, kunci harganya sekarang sebelum tren tahunan 9,52% itu berlanjut.

Satu catatan: IHPB adalah rata-rata nasional lintas komoditas. Yang menentukan HPP kamu tetap harga di pemasok kamu sendiri. Angka ini gunanya untuk memastikan kamu tidak salah menyimpulkan bahwa "inflasi cuma 3%, berarti biaya saya aman".

*Ditulis ulang dari [CNBC Indonesia](https://www.cnbcindonesia.com/news/20260901204221-4-764160/harga-bahan-bangunan-naik-barang-grosir-inflasi-05-agustus-2026) — bukan salinan langsung. Angka inflasi konsumen 3,19% dari rilis BPS via [ANTARA News](https://www.antaranews.com/berita/5720037/ekonomi-ri-alami-inflasi-tahunan-319-persen-pada-agustus-2026).*

Ditulis ulang dari berita sumber, bukan salinan langsung. Baca sumber asli: CNBC Indonesia