24 Agustus 2026
Cabai Rawit Merah Naik 12% Sehari Jadi Rp 70.450/Kg — Cek Ulang HPP Menu Pedasmu
Buat kamu yang jualan makanan, ini kabar yang langsung kena ke dompet: mayoritas komoditas pangan lagi naik, dan yang paling brutal adalah cabai rawit merah.
Apa yang terjadi
Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia yang dipantau Minggu, 23 Agustus 2026, cabai rawit merah naik 12,45% atau sekitar Rp 7.800 per kg dalam sekali update — jadi Rp 70.450 per kg. Itu kenaikan tertinggi di antara semua komoditas pangan yang dipantau.
Cabai lain ikut bergerak, tapi jauh lebih kalem:
- Cabai rawit hijau: Rp 57.150/kg (naik Rp 1.800)
- Cabai merah keriting: Rp 51.650/kg (naik Rp 1.200)
- Cabai merah besar: Rp 49.300/kg (naik Rp 200)
Di luar cabai, kenaikannya tipis-tipis tapi merata. Daging ayam ras segar jadi Rp 41.800/kg (naik Rp 450), daging sapi kualitas I jadi Rp 151.950/kg dan kualitas II Rp 143.050/kg. Beras menguat di hampir semua kualitas — cuma medium I yang tetap di Rp 16.500/kg. Minyak goreng curah naik Rp 150 jadi Rp 20.500/kg, kemasan bermerek di kisaran Rp 23.650–24.350/kg. Gula pasir lokal naik Rp 100 jadi Rp 19.150/kg.
Kabar baiknya ada dua: bawang merah turun Rp 600 jadi Rp 38.850/kg, dan telur ayam ras turun Rp 50 jadi Rp 29.350/kg.
Kenapa ini penting buat usaha kecil
Cabai itu porsinya kecil di resep, tapi persentase gejolaknya paling gila. Kalau menu andalanmu sambal, ayam geprek, seblak, atau rica-rica, kenaikan 12% dalam satu langkah itu bukan noise — itu langsung nempel di HPP per porsi. Warung yang pakai 2 kg rawit merah sehari tiba-tiba nambah beban sekitar Rp 15.600 per hari, atau hampir setengah juta sebulan, tanpa ada yang berubah di menu.
Yang lebih diam-diam berbahaya justru minyak goreng. Naiknya cuma Rp 150, tapi dia masuk ke hampir semua menu gorengan, dan biasanya nggak pernah dihitung ulang.
Yang bisa kamu lakukan
- Hitung ulang HPP menu yang cabai-heavy, bukan semua menu. Fokus ke yang porsinya paling banyak pakai rawit merah.
- Jangan buru-buru naikin harga jual permanen cuma karena satu lonjakan. Cabai memang volatil. Pantau dulu beberapa hari — kalau bertahan di atas Rp 70 ribu, baru sesuaikan.
- Manfaatkan yang turun. Telur dan bawang merah lagi murah — geser sedikit komposisi menu atau dorong promo menu berbasis telur untuk nutup margin yang kegerus cabai.
- Kalau resepnya masih masuk akal, pertimbangkan campur rawit merah dengan rawit hijau atau keriting yang naiknya jauh lebih kecil.
Intinya: jangan pakai harga bahan bulan lalu buat ngitung untung bulan ini.
*Ditulis ulang dari [detikFinance](https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8630967/harga-cabai-rawit-naik-jadi-rp-70-ribu-kg) — bukan salinan langsung.*