4 Agustus 2026
Cabai, Bawang, dan Telur Kompak Turun di Juli — Ini Momen Terbaik Hitung Ulang HPP Kamu
Badan Pusat Statistik mengumumkan Indonesia mengalami deflasi 0,14% secara bulanan pada Juli 2026. Biasanya berita inflasi/deflasi itu terasa jauh dari warung — tapi yang ini beda, karena penyumbang utamanya persis barang-barang yang tiap hari kamu beli di pasar.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau jadi pendorong terbesarnya. Rinciannya, menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers Senin (3/8/2026):
- Bawang merah — andil deflasi 0,11%, yang terbesar
- Cabai merah dan cabai rawit — masing-masing 0,06%
- Telur ayam ras dan tomat — masing-masing 0,03%
- Jeruk — 0,02%
Di luar bahan pangan, emas perhiasan juga turun 3,58% dengan andil deflasi 0,08%.
Kenapa turun, dan kenapa itu penting
BPS bilang penyebabnya bukan permintaan yang anjlok, tapi pasokan yang melimpah karena musim panen di sejumlah sentra produksi hortikultura di Jawa — Kabupaten Malang, Brebes, dan Kendal disebut secara khusus. Permintaannya sendiri terpantau stabil.
Ini pembedaan yang penting. Kalau harga turun karena orang berhenti belanja, itu sinyal buruk buat usaha kamu. Tapi kalau turun karena panen raya, artinya biaya bahan baku kamu lagi murah sementara pelanggan masih belanja seperti biasa — dan itu kabar bagus, selama kamu nggak salah menyikapinya.
Yang sebaiknya kamu lakukan
Hitung ulang HPP kamu pakai harga beli minggu ini. Kalau kamu jualan sambal, ayam geprek, katering, atau apa pun yang bahan bakunya cabai dan bawang, HPP kamu kemungkinan besar sudah turun tanpa kamu sadari. Selisihnya baru kelihatan kalau dihitung.
Jangan buru-buru turunin harga jual. Ini godaan terbesarnya. Harga panen itu musiman — begitu musim panen lewat, cabai dan bawang biasanya balik naik, dan menaikkan harga jual jauh lebih berat secara psikologis buat pelanggan daripada menurunkannya. Lebih aman: tahan harga, nikmati margin yang lebih lebar beberapa minggu ini.
Sisihkan selisihnya, jangan dianggap untung bebas. Anggap margin ekstra ini sebagai tabungan buat menahan harga waktu bahan baku naik lagi nanti. Itu yang bikin harga jual kamu stabil sepanjang tahun, dan pelanggan menghargai itu.
Kalau mau ambil momentum, main di porsi atau promo — bukan di harga dasar. Tambah porsi sambal, bikin paket, atau promo terbatas. Lebih gampang dicabut daripada menaikkan harga menu.
Satu catatan jujur: angka BPS itu rata-rata nasional. Harga di pasar dekat kamu bisa beda. Jadi jangan pakai angka ini sebagai pengganti mencatat harga beli sendiri — pakai sebagai alasan buat mulai mencatat.
*Ditulis ulang dari [detikFinance](https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8602199/harga-cabai-rawit-perhiasan-emas-turun-bikin-ri-deflasi-0-14) — bukan salinan langsung.*