Logo MarginInMarginIn
← Semua berita

5 Oktober 2026

Ayam di Kandang Dijual di Bawah HPP, Bapanas Siapkan Subsidi Angkut dan Tambah Jagung Pakan

harga-bahan-bakuhppayampeternakusaha-makanan

Ada dua cerita soal ayam yang keluar hampir bersamaan akhir pekan ini, dan dua-duanya penting buat kamu yang usahanya beternak ayam atau jualan makanan berbahan ayam.

Di kandang: harga jual di bawah biaya produksi

Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) menyampaikan ke [detikFinance](https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8691259/harga-ayam-di-kandang-anjlok-lagi) bahwa harga ayam hidup di kandang turun lagi ke kisaran Rp21.000-22.000/kg. Padahal harga pokok produksi (HPP) ayam broiler menurut mereka sudah Rp23.000-23.500/kg. Artinya tiap kilo yang keluar kandang dijual rugi.

Biayanya naik dari beberapa sisi, menurut peternak Permindo Asep Saepudin:

  • Pakan starter rata-rata di atas Rp9.400/kg, normalnya Rp8.000-8.500/kg.
  • Jagung di atas Rp7.800/kg, banyak yang sudah di atas Rp8.000/kg.
  • DOC (anak ayam umur sehari) Rp7.500-8.500/ekor, dari sebelumnya Rp6.000/ekor.

Penyerapan ayam sebetulnya masih stabil, kata Asep. Masalahnya stok lagi berlebih di banyak wilayah, jadi pembeli punya banyak pilihan dan menekan harga. Permindo minta pemerintah menekan harga bahan baku pakan, mengatur harga DOC, dan menaikkan Harga Acuan Penjualan ayam hidup jadi Rp27.000/kg. Ini baru permintaan peternak, belum ada keputusan.

Di pasar: Bapanas siapkan subsidi angkut

Dari sisi pemerintah, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan subsidi biaya angkut daging ayam dari daerah produsen ke daerah yang harganya bergejolak. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan bilang kendala pemda yang bukan sentra produksi biasanya memang ongkos distribusi dari luar daerah, dan anggaran Bapanas untuk itu masih ada.

Beberapa angka dari Bapanas:

  • Rata-rata nasional harga daging ayam per 2 Oktober 2026: Rp40.961/kg, turun 0,62% dari seminggu sebelumnya dan 0,82% dari sebulan sebelumnya.
  • Daging ayam ras kembali ikut menyumbang inflasi September menurut BPS, antara lain karena permintaan program Makan Bergizi Gratis di beberapa daerah dan harga pakan.
  • Stok sampai akhir 2026 diproyeksikan masih sekitar 1 juta ton: produksi setahun diperkirakan 4,7 juta ton, kebutuhan konsumsi 3,9 juta ton.

Di hulu, alokasi SPHP jagung pakan ditambah 150 ribu ton lewat penugasan ke Bulog, khusus buat peternak skala mikro, kecil, dan menengah. Per 2 Oktober, 172,1 ribu ton sudah disalurkan ke peternak di 29 provinsi, atau 71,36% dari target tahap pertama dan kedua.

Artinya buat usahamu

Kalau kamu peternak: jagung SPHP adalah bantuan yang sudah jalan, bukan wacana. Kalau belum pernah mengakses, tanyakan ke dinas peternakan atau Bulog setempat soal syarat dan kuotanya. Sementara itu, hitung ulang HPP per kilo pakai harga pakan dan DOC terbaru supaya kamu tahu persis di harga berapa kamu mulai rugi saat ditawar pembeli.

Kalau kamu jualan ayam geprek, ayam goreng, atau olahan lain: jangan buru-buru berharap harga beli turun. Harga ayam hidup di kandang dan harga daging di pasar itu dua hal berbeda, dan rata-rata harga daging di pasar sejauh ini cuma turun tipis. Subsidi angkut juga ditujukan ke daerah yang harganya bergejolak, bukan merata. Cek harga di pasar langgananmu, lalu update HPP menu kalau angkanya memang bergeser.

*Ditulis ulang dari [ANTARA News](https://www.antaranews.com/berita/5770812/bapanas-siapkan-subsidi-angkut-jaga-harga-daging-ayam-tetap-wajar) — bukan salinan langsung.*

Ditulis ulang dari berita sumber, bukan salinan langsung. Baca sumber asli: ANTARA News →